CIta-cita dan Harapan kita dengan mengamalkan nilai-nilai pancasila

Ketika saya memutuskan untuk kuliah di fakultas Ekonomi dan Bisnis, prodi akuntansi. Sudah terpikirkan oleh saya ingin menjadi seorang akuntan atau ahli pajak, meski saya tidak berkuliah di jurusan perpajakan. Padahal kalau dilihat dari latar belakang saya sendiri adalah siswi lulusan SMA jurusan IPA, sebenarnya cita-cita saya sejak masuk SMA adalah menjadi ahli farmasi, bidan, atau perawat.

Karena selain saya sangat menyukai dunia medis, menjadi ahli farmasi, bidan atau perawat adalah pekerjaan yang mulia, bisa mengetahui macam obat-obatan, membantu orang lain melahirkan, dan merawat pasien, Serta mempelajari struktural tubuh manusia, seluk beluk  mengenai manusia, yang merupakan makhluk ciptaan Allah SWT. itu  sangat menyenangkan. Kita jadi tahu bagaimanakah  kebesaran Allah SWT. menciptakan Hambanya dengan sangat sempurna. Namun karena ada hal yang menghambat saya untuk melanjutkan cita-cita itu, sehingga salah satu dari dari cita-cita saya itu pun tidak atau mungkin belum ada yang tersampaikan.

Walaupun begitu, saya tetap semangat menjalani kuliah di prodi akuntansi dan tetap bersyukur atas nikmat yang Allah SWT. kepada saya. Setiap manusia pasti mempunyai pandangan hidup. Pandangan hidup bersifat kodrati, karena itu menentukan hidup seseorang, menentukan cita-cita, dan Tujuan. Pandangan hidup merupakan konsep atau cara pandang manusia yang bersifat mendasar tentang diri sendiri. Pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup  merupakan pandangan hidup.

Sama halnya dengan Indonesia, sebagai negara yang merdeka, tentunya memiliki sebuah cita- cita yang luhur. Cita- cita bangsa Indonesia termuat secara tegas dalam Pembukaan Undang Undang Dasar 1945 yang sebenarnya merupakan  penuangan jiwa proklamasi ialah jiwa Pancasila. Tujuan  yang akan dicapai oleh bangsa Indonesia yakni suatu masyarakat yang adil dan makmur yang merata material dan spiritual berdasarkan Pancasila di dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang merdeka, berdaulat, bersatu, dan kedaulatan rakyat dalam suasana perikehidupan bangsa yang aman, tentram, tertib dan dinamis serta dalam lingkungan dunia yang merdeka, bersahabat, tertib dan damai.

Hubungan manusia dengan cita-citanya disebut dengan ideologi. Ideologi berisi seperangkat nilai, di mana nilai-nilai itu menjadi cita-citanya atau manusia bekerja dan bertindak untuk mencapai nilai-nilai tersebut.

Ideologi yang pada mulanya berarti gagasan dan cita-cita berkembang secara luas menjadi suatu paham mengenai seperangkat nilai atau pemikiran yang dipegang oleh seorang atau sekelompok orang untuk menjadi pegangan hidup.

Dengan demikian dalam mewujudkan cita-cita kita dimasa depan tak lupa juga harus mengamalkan nilai-nilai pancasila, seperti, Mengakui persamaan derajat, hak, dan kewajiban asasi manusia tanpa membedakan suku, agama, keturunan, maupun kedudukan social. Mencintai tanah air dan bangga terhadap bangsa dan negara Indonesia, Suka bekerja keras dalam memecahkan atau mencari jalan keluar atas masalah- masalah pribadi, masyarakat, bangsa, dan Negara, serta tidak melakukan perbuatan yang dapat merugikan orang lain atau umum,

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s